Beautiful Osaka

Post ini merupakan bagian pertama dari laporan hasill kunjungan ke Jepang. Kota pertama yang saya singgahi adalah Osaka, dengan terlebih dahulu mendarat di Kansai Airport setelah hampir 8 jam perjalanan via changi airport yang cukup meletihkan. Ditambah lagi dengan proses pengurusan di arrival bandara yang merepotkan. Saya ditanya ini itu oleh petugas bandara,maklum, karena gaji tinggi yang ditawarkan untuk pekerja buruh (PRT dan lainnya) banyak orang Indonesia yang menyamar menjadi turis untuk kemudian kabur dan bekerja di Jepang. Nah, jadinya semua turis dari Indonesia jadi kena batunya. Kita harus memberikan detail yang jelas tentang tempat tinggal selama di Jepang, kerabat yang bisa dihubungi, sampai dengan nomor telepon. Merepotkan sekali bukan?


Keluar dari bandara kami segera bergegas ke osaka dengan menggunakan bus. Sepanjang perjalanan kami disuguhkan pemandangan yang mengesankan, jalanan begitu lebar dengan dihiasi gedung bertingkat di sebelah kiri-kanan jalan, kota yang tertata rapi, lalu lintas yang teratur. Hmmm seperti melihat dunia lain deh .

Osaka merupakan kota ketiga terbesar di Jepang dengan populasi 3jt jiwa, dan kota ini juga merupakan salah satu basis industri. tak heran sepanjang perjalanan banyak pabrik dan gudang dari perusahaan perusahaan yang namanya juga tidak asing di Indonesia.


Tak terasa, bus telah mengantarkan kami ke hotel tujuan kami, dan kali ini kami menginap di daerah Namba. Karena tidak sabar, begitu kami men-drop barang ke hotel kami langsung bergegas untuk mengelilingi kompleks namba ini. Tujuan kami yang pertama adalah Namba Park yang kebetulan berada di bawah hotel kami, Namba Park adalah sebuah mal yang didesain seperti taman. Mal ini konsepnya cukup unik, tetapi bagi saya terasa kurang menarik, toh di Jakarta juga banyak mal, jadinya saya hanya menghabiskan waktu sekitar 30 menit saja di mal ini. Tujuan berikut adalah ke daerah shinsaibashi. Keunikan dari daerah ini adalah banyaknya pusat perbelnjaan dan restoran yang berjejer dengan rapi. Di daerah ini saya juga cuci mata melihat cewek-cewek jepang yang berpakaian sangat modis dan keren. Oia ada satu daerah yang wajib dikunjungi turis jika berada di daerah ini, yaitu jembatan dotombori. Jembatan ini merupakan landmark kota Osaka sehingga kalo kita tidak singgah di sini berarti kita belum ke Osaka hehehe. Di jembatan ini terdapat sebuah papan reklame dari Glico yang lebih dikenal sebagai Glico Neon. Untuk menikmati keindahan jembata ini, pergilah pada saat malam karena pada malam hari lampu-lampu yang kerlap kerlip sangat indah untuk dinikmati.



Tur dilanjutkan ke Osaka Castle. Ini merupakan istana sekaligus benteng sejak zaman Azuchi Momoyama hingga zaman Edo. Istana Osaka yang ada sekarang terdiri dari menara utama yang dilindungi oleh dua lapis tembok tinggi yang dikelilingi oleh dua lapis parit, parit bagian dalam dan parit bagian luar . Air yang digunakan untuk mengaliri parit istana diambil dari Sungai Yodo mengalir di sebelah utara Istana Osaka. Perit ini sekaligus berfungsi untuk menghalangi musuh yang menyerang secara frontal.
Menurut tur guide saya, saat paling tepat mengunjugi Osaka Castle adalah pada saat bunga sakura sedang mekar. Halaman benteng yang cukup luas ditambah parit yang mengalirkan air seperti sungai menambah keindahan bunga sakura yang memang menjadi trademark Jepang. Tak heran pada saat musim semi, Osaka Castle menjadi salah satu tempat yang sangat ramai, bahkan untuk memesan tempatnya harus dilakukan 2-3 bulan sebelum musim semi tiba!

Selayaknya sebuah benteng, Osaka Castle dikelilingi tembok-tembok yang tinggi dan kokoh. Saya mencoba naik di beberapa anak tangga yang cukup tinggi sehingga saya bisa melihat pemandangan kota Osaka. Ya...selain untuk fungsi pertahanan, benteng ini juga berfungsi untuk pengintaian sehingga kalo ada musuh yang datang, prajurit dapat segera bersiap diri untuk menyambut musuh.

Puas melihat-lihat saya segera menuju ke toko souvenir. Meskipun harganya cukup mahal untuk kocek saya, saya memutuskan membeli beberapa oleh-oleh seperti gantungan kunci, baju dan beberapa kerajinan tangan yang lainnya. Tur pun kemudian ditutup dengan makan siang ala Jepang.







Osaka Castle



Shinsaibashi-Namba Park, OSAKA

Tidak ada komentar: